Sabtu, 3 Oktober 2009

TATACARA BERPAKAIAN MENGIKUT SYARIAT


Kesalahan-kesalahan dalam hal pakaian Wanita

1. Mengenakan pakaian yang sempit, transparan (tembus pandang) dan yang membuat orang tertarik untuk memandang.Ini jelas haram. Setiap muslimah dilarang memakai pakaian yang sempit dan memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh, juga pakaian tipis yang menampakkan warna kulit dan pakaian lain secara umum yang membuat orang terutama laki-laki tertarik untuk memandangnya. Ironinya, kenyataan ini menimpa majoriti kaum muslimah. Allah berfirman:"Dan janganlah wanita-wanita muslimah menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada para suami mereka." (An-Nur: 31)."Dan janganlah mereka (wanita-wanita muslimah) memukulkan kaki-kaki mereka untuk diketahui apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka." (An-Nur: 31).Jika memperdengarkan suara perhiasan seperti gelang kaki atau perhiasan sejenisnya yang tersembunyi tidak dibolehkan, maka bagaimana pula dengan perhiasan yang tampak nyata, lebih dari itu bagaimana halnya dengan menampakkan lengan tangan, dada, betis bahkan paha?

2. Mengenakan pakaian yang terbuka dari bawah, atau tidak menutupi betis, dua telapak kaki, punggung, mengenakan seluar pendek juga pakaian-pakaian yang menampakkan kecantikan wanita di hadapan laki-laki bukan mahramnya. Hal ini tidak boleh dilakukan oleh wanita di hadapan laki-laki bukan mahramnya, baik di dalam mahupun di luar rumah. Tetapi ironinya, pakaian jenis inilah yang membudaya di kalangan yang mengaku dirinya muslimah. Para wanita itu tidak menyedari bahawa pakaiannya tersebut merupakan jenis kemungkaran yang besar, bahkan ia salah satu penyebab terbesar bagi timbulnya berbagai tindak perkosaan dan jenayah. Yang lebih menghairankan, seakan jenis pakaian ini terutama di kota sudah demikian diterima masyarakat, sehingga jarang bahkan tak terdengar upaya mengingatkan kaum muslimah dari pakaiannya yang jauh dari Islam tersebut, baik lewat media massa mahupun elektronik. Bahkan yang digelar di berbagai saluran television adalah pakaian-pakaian seronok dan telanjang, dan itu yang dilahap oleh kaum muslimah setiap hari sebagai anutan. Sesungguhnya munculnya keadaan ini telah pernah dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam . Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:"Dua (jenis manusia) dari ahli Neraka yang aku belum melihatnya sekarang iaitu; kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya, dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundaknya dan berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk Surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, dan sungguh wangi Surga telah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian." (HR. Muslim, shahih).

3. Mengenakan pakaian yang berlengan pendek, termasuk di dalamnya mengenakan kaos sehingga menampakkan kedua lengan tangan. Ini jelas haram karena tidak menutup aurat. Tetapi betapa banyak wanita muslimah yang tidak memperhatikan masalah ini, sehingga mereka mengenakan pakaian tersebut di jalan-jalan, di pasar dan di tempat-tempat umum. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:"Wanita adalah aurat, maka jika ia keluar syaitan membuatnya indah (dalam pandangan laki-laki)." (HR. At-Tirmidzi, hasan shahih). Yakni syaitan membuat segenap mata memandang kepada si wanita sehingga menimbulkan fitnah.

4. Mengenakan pakaian yang menyerupai pakaian laki-laki, baik dalam bentuk mahupun ciri-cirinya. Ini adalah dilarang. Wanita memiliki pakaian khusus dengan segenap ciri-cirinya, dan laki-laki juga memiliki pakaian yang khusus, yang membezakannya dari pakaian wanita. Dan wanita tidak diperbolehkan menyerupai laki-laki dalam hal pakaian, penampilan dan cara berjalan. Dalam hadits shahih disebutkan:"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki." (HR. Al-Bukhari, shahih). "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki." (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan lainnya, sanad hadits ini shahih menurut syarat Muslim).

5. Mengenakan sanggul rambut, kerana ia termasuk menyambung rambut. Ketika acara walimah pernikahan atau acara-acara pesta lainnya banyak wanita muslimah yang berdandan dengan sanggul rambut. Ini adalah dilarang. Asma' binti Abi Bakar r.ah. berkata, seorang wanita datang kepada Nabi `. Wanita itu berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mempunyai anak perempuan yang pernah terserang campak sehingga rambutnya rontok, kini ia mau menikah, bolehkah aku menyambung (rambut)nya? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:"Allah melaknat perempuan yang menyambung (rambut) dan yang meminta disambungkan rambutnya." (HR. Muslim)."Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang wanita menyambung (rambut) kepalanya dengan sesuatu apapun." (HR. Muslim).Termasuk dalam hal ini adalah mengenakan wig (rambut palsu) yang biasanya dipasangkan oleh perias-perias yang salon-salon mereka penuh dihiasi dengan berbagai kemungkaran. Kebanyakan orang-orang yang melakukan hal ini adalah kalangan artis, bintang filem, pemain drama, teater juga wanita-wanita yang kurang percaya diri dan ingin tampil lebih. Mudah-mudahan Allah menunjuki mereka dan kita semua.

6. Mengecat kuku sehingga menghalangi air mengenai kulit ketika berwudhu. Setiap kulit anggota wudhu tidak boleh terhalang oleh air, termasuk di dalamnya kuku. Mengenakan cat kuku menjadikan air terhalang mengenai kuku, sehingga wudhu menjadi tidak sah. Allah berfirman:"Wahai orang-orang yang beriman, bila kalian hendak mendirikan solat maka basuhlah wajahmu dan kedua tanganmu hingga ke siku, dan usaplah (rambut) kepalamu dan kakimu hingga ke mata kaki." (Al-Maidah: 6).Biasanya yang mengecat kuku adalah para wanita, tetapi larangan ini berlaku umum, baik laki-laki maupun wanita.


7. Memakai kuku palsu atau memanjangkan kuku tangan dan kaki.Ini adalah menyalahi fitrah, dan larangan ini berlaku umum, baik bagi laki-laki mahupun wanita. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:"Ada lima fitrah; iaitu memotong rambut kemaluan, khitan, menggunting kumis, mencabut rambut ketiak dan memotong kuku." (Muttafaq alaih).Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata:"Kami diberi waktu dalam menggunting kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan rambut kemaluan agar kami tidak membiarkannya lebih dari 40 malam." (HR. Muslim).Meskipun bagi sementara orang, memanjangkan kuku ada manfaatnya, misalnya untuk keperluan-keperluan khusus, tetapi ia tidak menjadikan hukumnya berubah menjadi boleh. Kerana itu setiap muslim harus menjaga agar kukunya tidak sampai panjang, segera memotongnya jika telah tumbuh. Adapun di antara hikmahnya adalah untuk menjaga kebersihan, sehingga ia merupakan salah satu tindakan penjagaan.

7. Tidak memakai tudung/telekung/jilbab (penutup kepala). Malapetaka besar yang dipropagandakan oleh kaum sekular dan murid-murid orientalis adalah pendapat bahawa tudung/telekung/jilbab (penutup kepala) hanyalah kebudayaan Arab belaka, tidak merupakan perintah syari'at. Oleh mereka yang terbiasa tidak memakai tudung/telekung/jilbab, pendapat ini merupakan legitimasi dan pembenaran terhadap perbuatan mungkar mereka. Sedangkan mereka yang masih jahil dan perlu bimbingan, mereka menjadi bimbang, tetapi biasanya mereka lebih mudah mengikuti trend yang ada. La haula wala quwwata illaa billah. Tidak seorang ulama salaf pun yang berpendapat tudung/telekung/jilbab (penutup kepala) bukan perintah agama. Pendapat aneh ini hanya terjadi di kalangan cendekiawan muslim yang jauh dari tuntunan salaf. Dan dalil masalah ini sebagaimana disebutkan dalam pembahasan-pembahasan terdahulu.

8. Tidak memakai stokin kaki, sehingga tampak telapak kakinya. Bagi sebahagian muslimah yang ta'at memakai pakaian muslimah pun, terkadang masalah ini dianggap mudah. Telapak kaki termasuk aurat, kerana itu ia harus ditutupi, membiarkannya kelihatan bererti kemungkaran dan dosa. Dalil masalah ini sebagaimana disebutkan dalam masalah-masalah terdahulu. Wanita pada dasarnya sangat senang dipuji, baik kecantikannya, kelembutannya dan sifat-sifat indahnya yang lain. Tetapi banyak yang terperosok jauh, ingin dipuji kecantikannya, meski dengan risiko membuka aurat, agar tampak lebih indah mempesona. Ingatlah, wanita adalah sumber fitnah. Dan fitnah terbesar dari wanita adalah soal auratnya. Kaum muslimah yang menutup aurat secara syar'i bererti telah memberikan sumbangan terbesar bagi tertutupnya sumber fitnah. Kerana itu, berhati-hatilah wahai kaum muslimah dalam hal berpakaian!
*************

Kesalahan-kesalahan dalam hal pakaian laki-laki

1. Isbal. Isbal iaitu menurunkan atau memanjangkan pakaian hingga di bawah mata kaki. Larangan isbal bersifat umum untuk seluruh jenis pakaian, baik seluar panjang, sarung, gamis, mantel atau pakaian lainnya. Ironinya, larangan ini dianggap remeh oleh kebanyakan umat Islam, padahal dalam pandangan Allah ia merupakan masalah besar. Rasulullah ` bersabda:"Kain yang memanjang hingga di bawah mata kaki tempatnya di Neraka." (HR. Al-Bukhari, shahih).Ancaman bagi musbil (orang yang melakukan isbal ) dengan Neraka tersebut sifatnya adalah muthlak dan umum, baik dengan maksud takabur atau tidak. Jika isbal tersebut dilakukan dengan maksud takabur maka ancamannya lebih besar. Nabi Shallallahu 'alaihi wasalam bersabda:"Pada hari Kiamat, Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret bajunya (musbil, ketika di dunia) karena takabur." (Muttafaq Alaih, shahih).Dan secara tegas Nabi Shallallahu 'alaihi wasalam melarang kita kaum laki-laki melakukan isbal. Beliau Shallallahu 'alaihi wasalam bersabda:"Dan tinggikanlah kainmu hingga separuh betis, jika engkau enggan maka hingga mata kaki. Dan jauhilah olehmu memanjangkan kain di bawah mata kaki, karena ia termasuk kesombongan, dan sungguh Allah tidak menyukai kesombongan." (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dengan sanad shahih , At-Tirmidzi berkata, hadits ini hasan shahih).Hadits di atas memberi kata putus terhadap orang yang beralasan bahwa memanjangkan kain hingga di bawah mata kaki dibolehkan asal tidak kerana sombong. Ini adalah alasan batil dan dicari-cari untuk pembenaran kebiasaan mereka yang menyalahi sunnah. Hadits di atas dengan tegas memasukkan perbuatan isbal sebagai sikap sombong, apatah lagi jika memang isbal-nya itu diniati untuk sombong. Maka pantaslah ancamannya sangat berat. Dan fakta menunjukkan, laki-laki yang musbil itu, memanglah pada umumnya untuk bergaya yang di dalamnya ada unsur bangga diri dan sombong. Buktinya kebanyakan mereka menganggap kampungan, kolot dan udik serta melecehkan saudara-saudara mereka yang mengenakan pakaian di atas mata kaki, padahal itulah yang diperintahkan syari'at.Adapun kaum wanita, mereka diwajibkan menutupi tubuhnya hingga di bawah mata kaki, karena ia termasuk aurat. Namun pada umumnya, yang dipraktikkan umat Islam di zaman ini adalah sebaliknya. Laki-laki memakai pakaian hingga di bawah mata kaki, sedang wanita pakaiannya jauh di atas mata kaki. Na'udzubillah, dan kepada Allah kita memohon keselamatan.

2. Mengenakan pakaian tipis dan ketat. Dalam kaca mata syari'at, jika bahan-bahan pakaian itu sangat tipis sehingga menampakkan aurat, lekuk-lekuk tubuh atau sejenisnya maka pakaian itu tidak boleh dikenakan. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala:"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurun-kan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan." (Al-A'raf: 26).Tetapi jika pakaian itu tidak menampakkan aurat dan lekuk-lekuk tubuh maka hal itu tidak mengapa. Namun jika pakaian itu menyerupai dan menunjukkan identiti pakaian orang kafir maka ia tidak dibolehkan.

3. Mengenakan pakaian yang menyerupai pakaian wanita. Di antara fitrah yang disyari'atkan Allah kepada hambaNya iaitu agar laki-laki menjaga sifat kelelakiannya dan wanita menjaga sifat kewanitaannya seperti yang telah diciptakan Allah. Jika hal itu dilanggar, maka yang terjadi adalah kerosakan kehidupan di dalam masyarakat. Dalam hadits shahih disebutkan:"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki." (HR. Al-Bukhari).Sebahagian ulama' berkata, 'Yang dimaksud menyerupai dalam hadits tersebut adalah dalam hal pakaian, berdandan, sikap, gerak-geri dan sejenisnya, bukan dalam berbuat kebaikan.' Kerana itu, termasuk dalam larangan ini adalah larangan menguncir rambut, memakai anting-anting, kalung, gelang kaki dan sejenisnya bagi laki-laki, sebab hal-hal tersebut adalah kekhususan bagi wanita. Rasulullah ` bersabda:"Allah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki." (HR. Abu Daud, Shahihul Jami' , 5071) .

4. Mengenakan pakaian moden yang sedang nge-trend. Saat ini sebahagian umat Islam, terutama kaum mudanya sering tergila-gila dengan mode pakaian yang sedang in (nge-trend ) atau pakaian yang dikenakan oleh para bintang dan idola mereka. Seperti pakaian bergambar penyanyi, kelompok-kelompok muzik, botol dan cawan arak, gambar-gambar makhluk hidup, salib atau lambang-lambang club-club dan organisasi-organisasi non Islam, juga slogan-slogan kotor yang tidak lagi memperhitungkan kehormatan dan kebersihan diri, yang biasanya ditulis di punggung pakaian atau stokin dengan bahasa Melayu atau bahasa-bahasa asing. Pada umumnya para pemakai pakaian-pakaian tersebut merasa bangga dengan pakaiannya, bahkan dengan maksud untuk memperoleh populariti kerana pakaiannya yang aneh tersebut. Padahal Nabi ` bersabda:"Barangsiapa mengenakan pakaian (untuk memperoleh) populariti di dunia, nescaya Allah mengenakan kepadanya pakaian kehinaan pada hari Kiamat." (HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah dari Ibnu Umar, hasan).Imam Asy-Syaukani berkata, 'Hadits di atas menunjukkan diharamkannya mengenakan pakaian untuk meraih populariti. Dan larangan tersebut tidak khusus terhadap pakaian untuk populariti, tetapi termasuk juga pakaian yang menyelisihi pakaian masyarakat pada umumnya (yang bertentangan dengan agama/etika). Jika pakaian itu untuk maksud populariti, maka tidak ada bezanya antara pakaian yang mahal atau murah, sesuai dengan yang dikenakan orang pada umumnya atau tidak, sebab pengharaman tersebut bergantung pada (niat) populariti.'

5. Mengenakan pakaian yang tidak menutupi aurat. Seperti memakai seluar pendek atau pakaian olahraga lainnya yang menampakkan paha. Aurat laki-laki adalah dari pusat hingga dua lutut kaki. Kerana itu, paha termasuk aurat. Setiap muslim diperintahkan menutup dan menjaga auratnya kecuali di depan isteri atau hamba sahayanya. Ketika Rasulullah ` melihat sahabat Ma'mar tersingkap pahanya, beliau ` bersabda:"Wahai Ma'mar, tutupilah pahamu, karena paha adalah aurat." (HR. Ahmad)."Jagalah auratmu kecuali dari isterimu atau hamba sahayamu." (HR. Imam lima kecuali An-Nasa'i dengan sanad hasan).

6. Tidak memperhatikan masalah pakaian ketika masuk masjid.Sebahagian orang yang akan menunaikan shalat berjama'ah tak peduli dengan pakaian yang dikenakannya, bahkan terkadang di luar kepatutan dan keperluan. Misalnya masuk masjid dengan mengenakan jenis pakaian sebagaimana disebutkan pada poin keempat. Shalat adalah untuk menghadap kepada Allah, kerana itu kita harus mengenakan pakaian yang bagus dan indah sebagaimana yang diperintahkan. Allah berfirman:"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid." (Al-A'raf: 31). Disunnahkan pula agar kita memakai wangi-wangian ketika hendak ke masjid dan menghindari bau-bauan yang tidak sedap. Demikianlah yang dituntunkan dan dipraktikkan baginda Nabi ` dan para sahabatnya yang mulia.

7. Mengenakan pakaian bergambar makhluk bernyawa, apalagi gambar orang-orang kafir, baik penyanyi, seniman, negarawan atau orang-orang terkenal lainnya. Mengenakan pakaian bergambar makhluk bernyawa adalah haram, baik gambar manusia atau haiwan. Nabi ` bersabda:"Setiap tukang gambar ada di Neraka, Allah menciptakan untuknya (dari) setiap gambar yang ia bikin sebuah nyawa, lalu mereka menyiksanya di Neraka Jahannam." (HR. Muslim)."Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang ada di dalamnya anjing dan gambar-gambar." (HR. Al-Bukhari). Adapun gambar orang-orang kafir maka memakai atau menggunakannya madharatnya akan semakin besar, sebab akan mengakibatkan pengagungan terhadap mereka.

8. Laki-laki menggunakan perhiasan emas dan kain sutera. Saat ini banyak kita jumpai barang-barang perhiasan untuk laki-laki yang terbuat dari emas. Seperti jam tangan, kaca mata, kancing baju, pena, rantai, cincin dan sebagainya. Ada pula yang merupakan hadiah dalam suatu pertandingan, misalnya sepatu emas dan lainnya.
Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam melihat cincin emas di tangan seorang laki-laki, serta merta beliau mencabut lalu membuangnya, seraya bersabda:
"Salah seorang dari kamu sengaja (pergi) ke bara api, kemudian mengenakannya di tangannya!' Setelah Rasulullah ` pergi, kepada laki-laki itu dikatakan, 'Ambillah cincinmu itu dan manfaatkanlah!' Ia menjawab, 'Demi Allah, selamanya aku tidak akan mengambilnya, kerana Rasulullah ` telah membuangnya." (HR. Muslim, 3/1655).
Dan Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam bersabda:
"Dihalalkan emas dan sutera itu untuk kaum wanita dari kaumku dan diharamkan keduanya bagi kaum lelaki dari mereka." (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan An-Nasa'i, shahih).

wallahu 'alam

Jumaat, 25 September 2009

TAZKIRAH SYAWAL 2009


Etika Berpakaian Dan Berhias :

1. Disunatkan memakai pakaian baru, bagus dan bersih. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda kepada salah seorang sahabatnya di saat beliau melihatnya mengenakan pakaian jelek :”Apabila Allah mengurniakan kepadamu harta, maka tampakkanlah bekas nikmat dan kemurahan-Nya itu pada dirimu. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani).
2. Pakaian harus menutup aurat, iaitu longgar tidak membentuk lekuk tubuh dan tebal tidak memperlihatkan apa yang ada di baliknya.
3. Pakaian laki-laki tidak boleh menyerupai pakaian perempuan atau sebaliknya. Kerana hadith yang bersumber dari Ibnu Abbas Radhiallaahu 'anhu ia menuturkan: “Rasulullah melaknat (mengutuk) kaum laki-laki yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum lelaki.” (HR. Al-Bukhari). Tasyabbuh atau penyerupaan itu boleh dalam bentuk pakaian ataupun lainnya.
4. Pakaian tidak merupakan pakaian show (untuk ketenaran), kerana Rasulullah Radhiallaahu 'anhu telah bersabda: “Barang siapa yang mengenakan pakaian ketenaran di dunia niscaya Allah akan mengenakan padanya pakaian kehinaan di hari Kiamat.” ( HR. Ahmad, dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
5. Pakaian tidak boleh ada gambar makhluk yang bernyawa atau gambar salib, kerana hadith yang bersumber dari Aisyah Radhiallaahu 'anha menyatakan bahawa sanya beliau berkata: “Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak pernah membiarkan pakaian yang ada gambar salibnya melainkan Nabi menghapusnya”. (HR. Al-Bukhari dan Ahmad).
6. Laki-laki tidak boleh memakai emas dan kain sutera kecuali dalam keadaan terpaksa. Kerana hadith yang bersumber dari Ali Radhiallaahu 'anhu mengatakan: “Sesungguhnya Nabi Allah Subhaanahu wa Ta'ala pernah membawa kain sutera di tangan kanannya dan emas di tangan kirinya, lalu beliau bersabda: Sesungguhnya dua jenis benda ini haram bagi kaum lelaki dari umatku”. (HR. Abu Daud dan dinilai sahih oleh Al-Albani).
7. Pakaian laki-laki tidak boleh panjang melebihi kedua mata kaki. Kerana Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda : “Apa yang berada di bawah kedua mata kaki dari kain itu di dalam neraka” (HR. Al-Bukhari). Adapun perempuan, maka seharusnya pakaiannya menutup seluruh badannya, termasuk kedua kakinya. Adalah haram hukumnya orang yang menyeret (menggusur) pakaiannya kerana sombong dan bangga diri. Sebab ada hadith yang menyatakan : “Allah tidak akan memperhatikan di hari Kiamat kelak kepada orang yang menyeret kainnya kerana sombong”. (Muttafaq’alaih).
8. Disunnatkan mendahulukan bahagian yang kanan di dalam berpakaian atau lainnya. Aisyah Radhiallaahu 'anha di dalam hadithnya berkata: “Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa sallam suka bertayammun (memulai dengan yang kanan) di dalam segala perihalnya, ketika memakai sandal, menyisir rambut dan bersuci’. (Muttafaq’-alaih).

9. Disunnatkan kepada orang yang mengenakan pakaian baru membaca :
اَلحَمْدُ للهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلاَ قُوَّةٍ
“Alhamdulillaahilladzii hadzaattauba wa razaqaniihi min ghairi haulin minnii wa laa qawwatin” “Segala puji bagi Allah yang telah menutupi aku dengan pakaian ini dan mengurniakannya kepada-ku tanpa daya dan kekuatan dariku”. (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
10. Disunatkan memakai pakaian berwarna putih, kerana hadith mengatakan: “Pakailah yang berwarna putih dari pakaianmu, kerana yang putih itu adalah yang terbaik dari pakaian kamu...” (HR. Ahmad dan dinilai sahih oleh Albani).
11. Disunatkan menggunakan wangian bagi laki-laki dan perempuan, kecuali bila keduanya dalam keadaan berihram untuk haji ataupun umrah, atau jika perempuan itu sedang berihdad (berkabung) atas kematian suaminya, atau jika ia berada di suatu tempat yang ada laki-laki asing (bukan mahramnya), kerana larangannya sahih.
12. Haram bagi perempuan memasang tato, menipiskan bulu alis, memotong gigi supaya cantik dan menyambung rambut (bersanggul). Kerana Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam di dalam hadithnya mengatakan: “Allah melaknat (mengutuk) wanita pemasang tato dan yang minta ditatoi, wanita yang menipiskan bulu alisnya dan yang meminta ditipiskan dan wanita yang meruncingkan giginya supaya kelihatan cantik, (mereka) mengubah ciptaan Allah”. Dan di dalam riwayat Imam Al-Bukhari disebutkan: “Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya”. (Muttafaq’alaih).

Sabtu, 19 September 2009

LEMANG CAMPURAN & RENDANG RUSA

PROJEK BERLEMANG PERDANA TAMAN JAYA 4

Tarikh : 19 September 2009 bersamaan 29 Ramadan 1430H
Hari : Sabtu

Beberapa orang penduduk Taman Jaya 4 telah bersepakat untuk membakar lemang secara bersama. Seramai 15 orang telah bersetuju menyertainya dengan modal setiap seorang RM52.00. Di samping itu daging rusa dimasak rendang. Kesemuanya 235 batang telah dibakar. Setiap seorang memperolehi 14 batang lemang dan 1kg rendang rusa. Lebihan batang lemang telah diagihkan kepada penyumbang buluh lemang dan tempahan dari ahli yang bayar lebih serta pemandu hilux. 15 kg daging rusa telah dimasak rendang oleh Hj. Azaman dan Ustaz Hasbullah. Projek Lemang 2009 ini telah dipengerusikan oleh Tuan Hj. Mohd Nawawi bin Abdul Hamid. Projek ini disertai oleh Ust. Hasbullah, Ust. Zulquarnain, Ust. Nawawi, Hj. Azaman, Cikgu Saparwan, Cikgu Kamarul, Cikgu Dollah, Abang Din, En. Leman, Cikgu Suhar, Hajjah Fatimah, Jiran Abang Din, Ajies Burger dan Cikgu Zuki. Projek mencari lemang telah dijalankan pada hari Rabu di Kampung ust Nawawi. Daun pisang sumbangan cikgu Kamarul. Hilux baru Haji Azaman digunakan sebagai kenderaan rasmi projek.
Projek memasak lemang bermula selepas solat subuh hari sabtu dan berakhir tepat masuk waktu Asar. Pada sebelah malam selepas berbuka puasa diadakan tahlil dan takbir raya serta kenduri makan lemang dan pulut kukus. Projek pertama kali bagi Taman Jaya 4 ini telah berjaya merapat hubungan ukhuwah di antara ahli yang menyertainya. Masing-masing berpuashati dengan hasil yang lumayan dari projek ini. Kalau beli lemang di pasaran harganya mencecah RM8.00. Jika 10 batang maka kosnya RM80.00 untuk lemang sahaja tanpa rendang. Dengan modal RM52.00 ahli mendapat 14 batang lemang dan 1kg rendang rusa. Harga rusa dipasaran sekarang bernilai RM33.00 hingga Rm50.00 sekilogram. Memang berbaloi projek lemang ini.
Sesiapa yang berhajat untuk menyertainya pada tahun akan datang boleh menghubungi Tn. Hj. Mohd Nawawi Abdul Hamid, Pengerusi Projek Lemang Taman Jaya 4, Tel : 0139301733.
Tn. Hj. Mohd Nawawi Abdul Hamid
Pengerusi Tetap Projek Lemang Taman Jaya 4
Persiapan awal untuk membakar lemang dilakukan ahli projek lemang 2009.

Ustaz Nawawi dan En. Leman pakar dalam melayorkan daun pisang atas api dapur gas
Kaum muslimat Taman Jaya 4 yang turut membantu menjayakan projek lemang 2009
Cikgu Hj. Azaman menyiapkan bahan-bahan untuk rendang rusa
Pulut biasa dicampur dengan sedikit pulut hitam
Cikgu Kamarul pakar memasukkan daun pisang ke dalam buluh
Kayu api disusun sebelum dihidupkan api untuk membakar lemang.
Api telah dihidupkan untuk membakar lemang
Menyiang daging rusa
Abang Din merasmikan pembakaran lemang perdana Taman Jaya 4 sejumlah 235 batang.
Ajies Burger dan Cikgu Dollah pakar memasukkan pulut dalam lemang
Ustaz Nawawi memasukkan pulut dalam buluh lemang
235 batang lemang telah dibakar
Cikgu Saparwan, Abang Din dan Cikgu Suhar petugas membakar lemang
Ustaz Hasbullah sedang memasak rendang rusa.
Abang Din membelah lemang pertama yang siap dimasak.
Lemang campuran pulut hitam siap dimasak dan dibelah cuma tidak boleh dirasa ketika ini kerana puasa
Rendang Rusa masak baiduri
Pengerusi Projek Lemang 2009 Tn Hj. Mohd Nawawi Abdul Hamid

Lemang dan rendang rusa siap untuk diagihkan kepada ahli yang menyertai projek lemang 2009
Lemang terakhir dibakar
Keletihan membakar lemang
Lemang siap dimasak
Sekian. Wassalam. Dari Blogger KTADFA.

Sabtu, 12 September 2009


TAZKIRAH


5 PELUANG PERCUMA


RasuluLlah saw bersabda,
اغتنم خمسا قبل خمس، شبابك قبل هرمك، وصحتك قبل سقمك، وغناك
قبل فقرك، وفراغك قبل شغلك، وحياتك قبل موتك.
Maksudnya,” Rebutlah peluang lima perkara sebelum datang lima perkara
yang lain iaitu (1)masa muda mu sebelum tua mu, (2)masa sihat mu
sebelum sakit mu, (3)masa kaya mu sebelum papa mu,
(4)masa lapang mu sebelum sibuk mu dan (5)masa hidup mu
sebelum mati mu” riwayat Muslim.

1. Masa muda jangan dibiarkan berlalu tanpa erti kerana masa muda itu penuh kecergasan fizikal dan mental…..peluang yang baik untuk mencari ilmu, pengalaman dan beramal.
Masa muda tidak akan bertahan lama kerana usia akan dewasa dan akhirnya tiba masa tua.
Setiap detik yang berlalu tidak akan berulang lagi, saat remaja hanya tinggal kenangan….pahit atau manis. Jika masa remaja tidak dipergunakan selayaknya, pasti meninggalkan kenangan pahit di hari tua. Masa tua segala-segalanya tidak indah….tenaga sudah lemah, selera makan menurun, mata kabur, telinga sudah berat……….akhirnya sering dilanda sakit.

2. Sihat adalah kurnia Allah yang amat berharga…..jagalah dia sebaik mungkin. Jangan lakukan aktiviti yang merosakkan diri seperti merokok, menagih arak dan dadah. Tanpa sihat seluruh nikmat hidup akan hilang……makanan lazat dirasakan hambar, tilam empuk dirasakan tempat penyiksaan, ibadat terganggu, wang ringgit habis……segala-galanya terganggu. Nikmat sihat hanya disedari setelah dia sakit.

3. Harta-kaya boleh bertambah dan musnah dalam masa sekelip mata. Harta adalah anugerah
dan amanah Allah. Cara mencari dan menggunakannya mestilah mengikut peraturan dan undang-undang Allah. Carilah harta sebanyak mungkin TETAPI jangan jadi Qarun yang mabuk dengan harta, harta menjadikannya sombong, bakhil, tidak bersyukur, menentang kebenaran…..akhirnya diazab. Harta dimanfaatkan untuk ….…anak keluarga, fakir miskin, ibadat, agama, jihad-perjuangan dan lain-lain.

4. Masa lapang perlulah dihargai. Masa sangatlah bernilai. Masa adalah usia dan kehidupan itu
sendiri.Masa amatlah terbatas mengikut usia yang telah ditentukan sejak azali. Umur bagi umat ini seusia Nabi akhir zaman l/kurang 60 tahun. Ingat! 1/3 usia habis untuk tidur, tak termasuk masa kanak-kanak. Baki umur yang ada hanyalah separuh (30 tahun)……gunakannya sebaik mungkin untuk menyiapkan bekalan pengembaraan yang jauh, pengembaraan ke akhirat.SIBUK bukanlah alasan untuk tidak menyiapkan bekalan. Penuhilah masa lapang dgn program berfaedah.

5. Hidup sebelum mati. Peluang ini hanyalah sekali jua. Dia dipilih jutaan benih seorang ayah.
Sepatutnya dia bersyukur dan mengisi kehidupan dengan program yang bermanfaat.
Setiap yang hidup….pastikan mati. كل نفس ذائقة الموت

Sabda Nabi saw, أكثروا من ذكر هاذم اللذات
Maksudnya, [ Perbanyakkanlah mengingati perkara-perkara yang menghapuskan
kelazatan (maut) ]
Dan sabdaNya lagi ---------- كفى بالموت واعظا = Cukuplah mati itu menjadi penasihat.

SabdaNya lagi, أكيس الناس أكثرهم ذكرا للموت، وأشدهم استعداد له، أولئك هم الأكياس،
ذهبوا بشرف الدنيا وكرامة الأخرة
Maksudnya, [ Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingati mati, dan yang sangat membuat persediaan untuk menghadapinya (mati). Mereka itulah orang-orang
yang bijaksana (cerdik). Mereka telah pergi dengan membawa penghormatan dunia dan kemuliaan akhirat].

Lihat firman Allah, قل إن الموت الذى تفرون منه فإنه ملاقيكم،
ثم تردون إلى عالم الغيب والشهادة ، فينبئكم بما كنتم تعملون - سورة الجمعة : 8

Maksudnya, [ Katakanlah; bahawasanya mati yang kamu lari daripadanya itu PASTI akan
menemui kamu, kemudian kamu sekalian akan dikembalikan kepada Zat yang
mengetahui yang ghaib dan nyata, kelak Dia akan memberitahu kamu segala apa
yang telah kamu lakukan].

Orang yang tenggelam dalam lautan dunia dan syahwat AKAN bencikan mengingati mati dan cuba untuk lari daripada mati. Orang yang tenggelam dalam arus keduniaan tidak akan mengingati mati. Kalau ingatpun kerana sedih yang dirinya akan meninggalkan harta benda itu.

Orang yang bertaubat dengan sebenarnya ialah orang yang sentiasa mengingati mati yang akan tiba, sehingga timbul dalam hatinya perasaan cemas dan takut. Perasaan sebegini akan menggerakkan dirinya untuk beramal dan terus melakukan amal kebajikan.

Orang yang mengenal dirinya PASTI akan sentiasa mengingati maut pada bila-bila masa. KERANA dengan matilah dia boleh bertemu dengan Kekasihnya yang ditunggu-tunggu seperti orang yang sedang bercinta. Bukankah orang yang sedang mabuk bercinta tidak pernah melupai janjinya untuk bertemu kekasihnya??????

Cara untuk mengingati mati;
a- Mengenang dan mengingati kawan-kawan yang lebih dahulu meninggalkan kita. Kenangkan bagaimana nasib mereka di dalam kubur. Bayangkan bertapa tanah telah menghilangkan rupa mereka, hancur lumat dimakan tanah. Mereka tidak dapat lagi ke mesjid . Mereka tidak dapat lagi menghadiri majlis pertemuan dan lainnya.
b- Menziarahi kubur dan orang sakit. Ini akan memperbaharui tekad untuk mengingati mati di dalam hati. Maka dengan itu mudahlah membuat persiapan-bekalan untuk mati dan terhindar daripada tipu daya dunia.

Ingatlah! Bahawa segala yang ada di dunia ini hanyalah sementara. Tidak dapat tidak kita akan berpisah juga dengannya. Kata seorang penyair,
فَمَا قَضَى أَحَدٌ مِنهَا لُبَانَتَهُ * وَمَاانتَهَى أَرَبٌ إِلا إِلَى أَرَبِ
Maksudnya: “Tidak pernah selesai manusia daripada keperluan dunianya.
Melainkan selesai yang satu berpindah pula kepada yang lainnya”

والله أعلم

Jumaat, 11 September 2009

PESERTA TADARUS AL-QURAN 1430H/2009

Berikut adalah peserta tetap tadarus al-Quran 1430H/2009M :

1. Tn. Hj. Hasbullah bin Awang Naib.
2. Tn. Hj. Zulquarnain bin Ali.
3. En. Saparwan bin Ibrahim.
4. Tn. Hj. Burhanuddin bin Mohd Arof.
5. Tn. Hj. Azaman bin Sahak.
6. En. Pudzil
7. En. Abu Bakar.
8. En. Kamarulzaman bin Ariffin.
9. Adik Abdullah Hafiz bin Zulquarnain
10. Adik Ammar Muzammil bin Kamarulzaman.
11. Adik Amirul Zahin bin Saparwan.
12. Adik Aizat Hariz bin Zulquarnain.

Peserta berkala :

1. Ustaz Hisyamuddin.
2. Sdr. Najmuddin bin Hasbullah al-Hafiz.
3. Sdr. Mohamad Adib bin Saparwan.
4. Sdr. Ahmad Faiz bin Zulquarnain.
5. Sdr. Mohd Fazirul bin Mohd. Suhar.

Tadarus al-Quran ini berjaya dilaksanakan hingga malam 22 Ramadan 1430H.
Majlis khatam al-Quran akan dijalankan pada malam 23 Ramadan 1430H bersamaan 12 Sept. 2009.

Sabtu, 5 September 2009

TADARUS AL-QURAN SURAU RAUDHATUL FALAH

MAJLIS TADARUS AL-QURAN RAMADAN 1430H
SURAU RAUDHATUL FALAH, TAMAN JAYA 4, TEMERLOH.
Surau Raudhatul Falah Taman Jaya 4, menganjurkan majlis tadarus al-Quran sepanjang bulan Ramadan bermula 1 Ramadan hingga 28 Ramadan. Ianya dibahagiankan kepada dua kumpulan. Kumpulan pertama terdiri daripada kaum muslimin bersama kanak-kanak lelaki. Diadakan pada sebelah malam setiap hari selepas solat tarawih. Kumpulan kedua diwakili oleh kaum muslimat. Diadakan pada setiap hari Sabtu dan Ahad selepas solat Subuh dan sebelah pagi sepanjang cuti persekolahan lalu.
AMAR MUZAMMIL (Baju Coklat), ABDULLAH HAFIZ (Baju Biru) AMIRUL ZAHIN (Baju Kuning)

USTAZ HASBULLAH dan AIZAT HARIZ



CIKGU SAPARWAN, CIKGU KAMARUL DAN CIKGU BURHANUDDIN

USTAZ HASBULLAH, AMAR MUZAMMIL dan EN. PUDZIL (Ajies Burger)

AMAR MUZAMMIL. EN. PUDZIL dan HAJI AZAMAN

MAJLIS BERBUKA PUASA SURAU RAUDHTUL FALAH


Majlis Berbuka Puasa Surau Raudhatul Falah Tahun 1430H/2009M


Surau Raudhatul Falah telah menganjurkan majlis berbuka puasa pada 5 September 2009 bersamaan 15 Ramadan 1430H. AJK surau dan penduduk taman telah bergotong royong memasak lauk pauk untuk berbuka. Menu yang disediakan cukup simple iaitu ayam goreng bersalut, masak lemak cili api nenas campur ikan talang, kerabu togeh dan ulam-ulaman serta minuman air bandung, teh o dan teh tarik. Sedikit agar-agar, tembikai dan buah kurma.


Kehadiran penduduk taman agak menggalakkan seperti biasa pada tahun-tahun yang lepas. Majlis berbuka puasa ini diserikan dengan persembahan nasyid dari kumpulan nasyid KTADFA Shoutul Walad.


Majlis ini juga diserikan dengan kehadiran YB Kuala Semantan, Tuan Syed Hamid bin Syed Mohamad. Beliau diberikan kesempatan untuk menyampaikan tazkirah Ramadan.

YB Kuala Semantan YB Tuan Syed Hamid Syed Mohamad

Surau Raudhatul Falah mengucapkan jutaan terima kasih kepada para penderma dan penyumbang majlis berbuka puasa pada tahun ini.



Gotong royong memasak untuk berbuka puasa

Bersedia mendapatkan makanan untuk berbuka puasa

Cikgu Habibah (Ketua Muslimat Surau) menguruskan pembungkusan lauk untuk petugas berbuka puasa.

Menunggu waktu berbuka.

Tok Imam Paya Luas (Ustaz Nawawi Budin) berbuka puasa dengan sebotol air gau

Kaum muslimat dan anak-anak berbuka puasa di dalam surau

Persembahan kumpulan nasyid KTADFA Shoutul Walad.

Ucapan & tazkirah disampaikan oleh YB Tuan Syed Hamid b. Syed Mohamad
Adun Kuala Semantan

Doa Tetap Bertaqwa & Mendapat Rezeki

Doa Tetap Bertaqwa & Mendapat Rezeki

Doa Menuntut Ilmu & Diberikan Hikmah

Doa Menuntut Ilmu & Diberikan Hikmah

Pelajar Kelas Tahfiz 2007

Pelajar Kelas Tahfiz 2007